Ribuan Jemaat Gereja Memprotes Aksi Kekerasan di DR Kongo

- Senin, 5 Desember 2022 | 15:55 WIB
Ribuan Jemaat Gereja Memprotes Aksi Kekerasan di DR Kongo
Ribuan Jemaat Gereja Memprotes Aksi Kekerasan di DR Kongo

LiputanKendalTerkini.com - Puluhan ribu orang Kristen turun ke jalan di seluruh Republik Demokratik Kongo (DRC) pada hari Minggu, 4 Desember 2022, untuk memprotes kekerasan di wilayah timur, ketika para pemimpin gereja menuduh masyarakat internasional munafik atas dugaan peran Rwanda dalam pertempuran tersebut.

Setelah kebaktian Minggu, jemaat di ibu kota Kinshasa dan kota-kota besar lainnya mengindahkan seruan dari Konferensi Waligereja Katolik untuk berdemonstrasi melawan konflik dengan kelompok pemberontak M23, yang menurut Kongo didukung oleh Rwanda.

Baca Juga: Tragis, Kenaikan Harga Pangan dan Bahan Bakar Sebabkan Protes Anti-Pemerintah yang Mematikan di Suriah Selatan

Namun, Rwanda menyangkal hal ini.

“Kami mengatakan tidak untuk perang, tidak untuk Kongo yang terpecah belah,” kata Blaise Emmanuel, vikaris di paroki St Elizabeth, yang bersama para imam lainnya memimpin prosesi di Montgafula, salah satu kotamadya termiskin di Kinshasa.

Protes massal tersebut adalah yang paling signifikan sejak eskalasi pertempuran dalam beberapa bulan terakhir antara pasukan negara dan M23.

Baca Juga: Mengenaskan, 2.500 Anjing Laut Ditemukan Mati Mendadak di Pantai Kaspia Rusia, Ada Apa?

Kekerasan tersebut telah membuat sekitar 390.000 orang mengungsi, menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan.

Demonstran di Kinshasa bernyanyi dan membawa spanduk bertuliskan: “Tidak untuk Balkanisasi, tidak untuk kemunafikan komunitas internasional. DRC tidak untuk dijual.”

Halaman:

Editor: Febriyanto Cahyo Prakoso

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

4 Gereja Tertua di Dunia, Salah Satunya Ada di Palestina

Selasa, 20 Desember 2022 | 15:26 WIB
X